Tanaman karet merupakan salah satu jenis perkebunan yang mendominasi khususnya di Indonesia. Banyak masyarakat Indonesia yang masih bekerja sebagai petani karet dengan menggunakan lahan pribadi atau menggarap lahan pemerintah maupun orang lain.
Ada banyak keuntungan dan manfaat dalam bertanam karet, contohnya hasil dari tanaman ini dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan ban mobil, motor serta berbagai macam kebutuhan pokok dan sehari-hari lainnya. Oleh karena itu, ada banyak orang yang berupaya untuk terus mengembangkan metode serta cara agar tetap terus eksis dalam melestarikan tanaman ini.
Untuk di Indonesia, para petani menyatakan bahwa dalam melakukan budidaya terdapat beberapa hal yang menjadi kendala pada umumnya. Salah satunya yaitu diakibatkan karena hama serta penyakit tanaman ini yang sulit untuk dimusnahkan.
Penyakit dari tanaman ini merupakan salah satu faktor yang sangat menganggu dalam produktivitas tanaman. Bahkan tidak jarang di antaranya justru dapat menggaggalkan satu usaha pertanaman.
Untuk mengetahui penyakit dari tanaman karet, dapat diketahui dengan melihat berbagai macam ciri-cirinya yang identik. Hal ini dapat petani jumpai pada saat proses pembibitan hingga tanaman sudah menua, khususnya pada bagian akar hingga daun.
Adanya diagnosa penyakit tanaman karet yang cepat justru akan sangat membantu dalam keberhasilan penanggulangan penyakit. Cara-cara penanggulangan penyakit karet yang dianjurkan antara lain seperti kombinasi dari aspek kultur teknis, manipulasi lingkungan serta penggunaan pestisida.
Salah satu jenis penyakit karet yang sangat berbahaya adalah jamur akar putih. Penyakit yang satu ini disebabkan oleh Rigidoporus lignosus atau R. Microporus yang menyerang bagian akar tunggang ataupun akar lateral.
Dampak paling berbahaya yang diakibatkan oleh penyakit jamur akar putih adalah menyebabkan kematian tanaman dengan intensitas yang sangat tinggi terutama untuk tanaman karet yang sudah berumur dua hingga empat tahun. Serangan dari jamur akar putih dapat muncul pada masa pembibitan, tanaman yang sudah menghasilkan (TBM) dan tanaman yang menghasilkan (TM).
Permukaan akar yang terserang justru akan ditumbuhi oleh benang-benang jamur yang berwarna putih kekuningan serta pipih menyerupai akar rambut. Benang-benng tersebut nantinya menempel dengan sangat kuat pada akar karet sehingga sangat sulit untuk dilepas.
Hal ini mengakibatkan akar tanaman menjadi membusuk, lunak serta berwarna cokelat. Namun gejala ini baru dapat terlihat jika akar dibuka. Namun, ciri-ciri luarnya yang dapat diketahui yaitu daun-daun karet berwarna hijau kusam, layu dan gugur serta diikuti dengan kematian tanaman.
Silahkan baca artikel lainnya dari Perkebunan Nusantara :
https://www.perkebunannusantara.com/news-and-events/fakta-minyak-kelapa-sawit-yang-harus-kalian-ketahui